love_letter1233610099

Ethan sayang,

Malam ini, Daddy and Mommy menginap di rumah sakit. Tepat tanggal 27 November 2009 ini, engkau akan lahir ke dunia. Setelah konsultasi dengan dr.Maximus kemarin malam, di minggu yang ke-40 engkau berada di perut Mommy, kami dihadapkan pada satu kondisi dimana leher rahim mommy belum juga terbuka. Ethan memang sudah berada di posisi yang tepat (di tulang panggung), tetapi posisi leher rahim yang tidak membuka membuka engkau tidak dapat keluar.

Selain itu, kami juga menemukan bahwa kamu terlilit tali pusar di leher, walaupun tidak kencang. What are you doing inside Mommy’s tummy, ko bisa sampai tali pusarnya kelilit gitu? Hehehe, walaupun banyak orang yang mengatakan bahwa anak yang terlilit tali pusar biasanya pintar dan cakep. Kami amini terus perkataan orang-orang tersebut, kami yakini dengan iman bahwa engkau akan jadi anak yang pintar, yang cakep, yang selalu beruntung dalam setiap perjalananmu, membawa sukacita kemanapun engkau pergi.

Kami sudah berusaha supaya leher mommy terbuka; mulai dari jalan setiap pagi sampai mommy ‘ngepel’. Tapi tetap saja leher rahimnya belum terbuka. Hari sebelumnya, kami masing-masing telah mendapat konfirmasi dan ketenangan bahwa kamu akan lahir tepat pada waktuNya; dan kami sadar bahwa operasi Caesar ‘might be one of the option’. Sebelumnya, kami memang selalu berdoa supaya engkau bisa lahir normal, tapi akhirnya kami sadar bahwa Tuhan telah mengatur kelahiran kamu dengan cara yang terbaik. Dan kami mau membiarkan Tuhan yang bekerja dan tidak lagi memaksakan kehendak kami.

Ethan, kejadianmu merupakan satu mujizat untuk kami. Mulai dari saat kami periksa pertama kali, kami sempat syok saat dokter tidak menemukan kamu di perut mommy. Dokter malah menemukan kista, yang biasanya membuat orang sulit hamil. Tetapi kami terus berdoa dan berharap pada Tuhan, dan saat kami kembali ke dokter bulan depannya, kami akhirnya dapat melihat engkau bertumbuh di perut mommy. Saat engkau mulai bertumbuh, dokter juga menemukan bahwa kamu ada dalam posisi sungsang. Kami kembali berdoa dan akhirnya kamupun ada di posisi yang benar. Kami percaya bahwa kamu adalah seorang pemuji. Mommy sering mengungkapkan kekagumannya tentang bagaimana engkau meresponi setiap doa yang dia doakan dan bagaimana engkau bergerak-gerak saat mommy mendengarkan lagu pujian dan menempelkan headphonenya di perut, dekat dengan engkau.

Kamu hidup dan kamu adalah pribadi yang unik. Tak pernah ada orang lain yang sama persis sepertimu sebelumnya dan takkan pernah ada lagi selain dirimu. Kamu memiliki DNAmu sendiri dan sidik jarimupun berbeda dari orang lain. Sekarang kamu sudah terbentuk menjadi manusia yang utuh. Dan kami percaya bahwa Roh Tuhan tinggal didalam kamu dan Dia telah merancangkan masa depan yang terbaik bagimu. Engkau akan tumbuh menjadi anak Ilahi, yang mengasihi Tuhan dan menghormati orang tua.

Hari ini adalah saatnya! Tidak lama lagi, kami akan bertemu denganmu. Sebentar lagi, Daddy akan menggendong engkau dengan penuh kekaguman. Kamipun sangat bersukacita, rasanya seperti saat kami akan membuka hadiah natal atau saat kami akan pergi liburan. Kami berdoa supaya kami dapat menjadi orang tua yang yang baik untukmu. Kami harap kamu akan banyak bersabar kepada kami, karena kami tidak memiliki pengalaman dalam pekerjaan seperti ini. Maafkan bila kami tidak cekatan menggendong dan membaringkanmu. Cobalah untuk mengerti ketika kami menatapmu sambil menggaruk-garuk kepala kami ketika kami tidak mengerti mengapa engkau menangis. Maafkan orangtuamu yang bangga kepadamu sehingga kami mendandanimu dengan pakaian yang tidak nyaman bagimu (tetapi lucu) saat kami memamerkanmu kepada teman-teman dan keluarga kami.

Kamu akan datang ke dunia ini sebagai manusia yang tidak berdaya, yang bergantung sepenuhnya pada daddy and mommy pada tahun-tahun pertamamu. Wow, satu tanggung jawab besar bagi kami yang baru saja menjadi orang tua. Disamping memberimu makan, menjagamu agar tetap bersih, hangat dan aman, kami juga memiliki banyak hal yang ingin kami ajarkan kepadamu tentang dirimu dan tentang kehidupan. Kami berdoa agar Tuhan memberikan hikmat tentang bagaimana kami mengajari engkau tentang kehidupan ini.

Kami berdoa supaya kami dapat menunjukkan kepadamu kasih yang tidak terbatas, karena seorang anak yang dikasihi akan menunjukkan kasih kepada orang-orang lain. Semoga kami dapat menunjukkan penghargaan kepadamu, karena seorang anak yang dihargai di rumah akan menghargai orang-orang di sekelilingnya. Dan semoga kamu dapat mengajarkan kepadamu nilai kehidupan, karena seorang anak yang diajar bahwa kehidupannya berharga, akan dapat menghargai kehidupan orang lain.

Inilah doa kami bagimu.

Love,

Daddy